Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Thursday, January 5, 2012

Ada nggak yang lebih berbahaya dari rokok?

Jawabnya: Malahan lebih banyaaak...!!! Lho kok...???
Seperti kita tahu, rokok itu berbahaya...(kalau dinyalakan trus diisep, kalau nggak ya nggak berbahaya :D). Udah banyak juga yang mati akibat dari merokok...(kalau ini jangka panjang sob, nggak langsung mati kaya' ketabrak kereta api :D).
Ternyataaaa...ada yang lebih berbahaya dari menghisap rokok, apa itu???

1. Menghirup Shisha
Shisha itu apa seh? Shisha itu hampir sama dengan rokok, bedanya kalau ini aroma buah-buahan dan tembakau yang dibakar, kemudian uapnya dialirkan melalui pipa atau bejana, dan menghirupnya pun pake selang (ribet banget ya). Shisha ini berasal dari jazirah Arab, katanya seh bisa menenangkan dan menyenangkan (Soalnya ane juga belum pernah nyoba :D)

Kenapa shisha ini lebih bahaya daripada menghisap rokok?
Para peneliti dari Department of Health and the Centre for Tobacco Control menyebutkan bahwa sisha sama berbahayanya dengan merokok karena dapat meningkatkan level karbonmonoksida dalam tubuh. Ketika Dr Hilary Wareing menemukan fakta itu, ia terkejut dan mengatakan bahwa Shisha sama berbahayanya, bahkan lebih berbahaya dibanding rokok. "Pada tingkat yang sangat parah, shisha bisa lebih berbahaya 400 hingga 450 kali daripada rokok, sangat berbahaya!" ujar Hilary.
"Kami menemukan satu sesi dari kegiatan shisha selama 30 menit mengandung 10 miligram karbon monoksida yang lebih tinggi dibanding rokok," jelas Hillary.
Nah, udah tahu kan bahayanya, makanya nggak usah coba-coba...mendingan buahnya di blender, dibuat juz, trus diminum. Daripada dibakar sama tembakau...heheheee....

2. Asap Anti Nyamuk Bakar
 Pengennya ngusir nyamuk, tapi bisa berakibat buruk pada tubuh kita. Soalnya dari hasil penelitian ditemukan bahwa, penggunaan dari asap sekeping obat nyamuk bakar sama bahayanya dengan asap dari 100 batang rokok (menyeramkan)
Hal ini disampaikan seorang direktur Chest reasearch Foundation pada saat konferensi ' Air Polution and Our Health'. Yang diselenggarakan oleh CSE atau Centre for Science and Enfironment bersama dengan  Indian Medical Association dan Indian Council for Medical Reasearch.
Parahnya masyarakat kita udah termakan oleh iklan, tidak banyak yang tahu bahwa ternyata itu berbahaya. 


 3. Rokok Elektrik
Karena sekarang jaman yang sudah serba elektrik, rokok pun sudah ada yang elektrik. Kelihatannya seh nggak berbahaya, tapi...ternyata  rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok yang dibakar biasa, ini yang bilang Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI Kustantinah.

Katanya kandungan propilen glikol, dieter glikol dan gliserin sebagai pelarut nikotin ternyata dapat menyebabkan penyakit kanker. Berikut ini kutipan dari sumbernya:

"Mungkin orang beranggapan rokok elektrik hanya mengandung nikotin, dan kalau rokok biasa ada bahan-bahan lainnya," kata Kepala BPOM RI Kustantinah di Jakarta, Jumat, 13 Agustus 2010.

Kustantinah menjelaskan dalam rokok elektrik terdapat nikotin cair dengan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol ataupun gliserin. Jika nikotin dan bahan pelarut ini dipanaskan maka akan menghasilkan nitrosamine. "Senyawa nitrosamine inilah yang menyebabkan penyakit kanker."

Kustantinah menambahkan, semua rokok elektrik yang beredar di Indonesia adalah ilegal dan berbahaya bagi kesehatan. Di seluruh dunia, ia juga mengungkapkan, tidak ada negara satupun yang menyetujui rokok elektrik. Bahkan di beberapa negara seperti Australia, Brazil dan China rokok
elektrik dilarang.

"Padahal negara China yang menemukan rokok elektrik pada 2003. Namun, pemerintah China sudah melarang peredarannya," katanya menjelaskan.

Untungnya "Rokok elektrik tidak akan pernah didaftarkan, disetujui dan akan dilarang di Indonesia,"(Semoga saja begitu...)


Dari berbagai sumber;

No comments:

Post a Comment