Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Friday, March 8, 2013

Pejalanan ke Solo

      Hampir semua orang di dunia ini pasti menginginkan hidup sehat, awet muda, panjang umur, dsb. Nah, disini saya akan berbagi tips bagaimana agar tetap sehat di usia tua. Sebelumnya saya akan sedikit bercerita, karena tips ini merupakan pengalaman orang yang sudah mengalaminya.
      Hari itu hari Minggu, kebetulan pada waktu itu saya baru pulang dari kota Solo sekitar habis 'Asar. Setelah seharian berkumpul bersama teman-teman kuliah dulu di kawasan Taman Sriwedari Solo. Seperti biasa, saya naik bus antarkota untuk pulang ke Klaten. Karena waktu yang sudah sore, terpaksa saya naik bus yang sudah penuh sesak dengan penumpang. Dalam suasana penuh sesak seperti itu, si kernet bus tak henti-hentinya menyuruh penumpang yang berdiri untuk merapat ke tengah. Sebal rasanya dalam posisi berdiri, belum lagi capek yang menghinggapi, ditambah berdesak-desakan, masih saja disuruh merapat dan merapat lagi. Padahal bayarnya juga sama... Yang lebih menyebalkan lagi, bukannya menurunkan penumpang...eee malah semakin berjalan penumpangnya semakin bertambah... Turun satu, naik tiga...huft...capekkk...
Dalam situasi seperti ini siapa yang nggak jengkel...
      Di pemberhentian selanjutnya, malah ada nenek-nenek membawa barang yang begitu banyak ikutan naik...Dalam hatiku berfikir, kasihan benar si nenek, di usianya yang sudah tua, harus ikut berdesak-desakkan seperti itu. Kemudian timbullah inisiatif untuk mencarikan tempat duduk buat si nenek, dan benar...di pemberhentian selanjutnya ada penumpang yang duduk mau turun. Saat itu langsung dengan suara seperti pahlawan kesiangan, saya langsung menawarkaan tempat duduk tersebut kepada si nenek. Tetapi sayang, sebelum si nenek duduk...eee malah diserobot oleh bapak-bapak yang berdiri disampingku...yaa sudahlah...mau bagaimana lagi...padahal bapak itu kelihatan berpendidikan, berseragam kantor, tinggi, gagah lagi, tapi kok gak punya rasa peduli terhadap sesama...pura-pura nggak tahu n langsung ngeloyor duduk begitu saja. Mungkin beginilah potret kecil dari negeri ini, yang selalu memikirkan diri sendiri dan kalau sudah merasa nyaman tidak mau tahu keadaan orang lain...Tapi yaaa sudahlah...sifat orang berbeda-beda.
      Tak terasa bus sudah semakin jauh melaju, di pemberhentian berikutnya ada satu kursi kosong lagi, sekali lagi aku mempersilakan duduk, tapi hasilnya sama seperti tadi, langsung ada orang yang mendudukinya...Kejadian itu berulang sampai ketiga kali, tapi tetap saja tidak ada yang peduli pada si nenek.
Setelah ketiga kalinya, si nenek berkata kepadaku, "Tidak apa-apa nak, nenek sudah biasa" (Dalam logat Jawa tentunya). "Nenek masih kuat, wong ke Jakarta sendiri saja saya belum bingung kok" tambah nenek melanjutkan. Kemudian terjadilah perbincangan menarik diantara kami. Semakin lama kami berbincang-bincang ditengah desak-desakan, ternyata si nenek baru pulang mengunjungi cucunya di daerah Sukoharjo, dan itu dilakukan rutin oleh nenek setiap hari minggu. Dan setiap pulangnya nenek sering berdiri berdesak-desakkan seperti itu. 
      Kemudia aku bertanya, "Apa sih nek rahasianya? Kok di usia nenek yang sudah begitu tua masih kuat menempuh perjalanan luar kota naik bus sambil membawa barang yang begitu banyak?"
"Tidak ada yang spesial kok nak, nenek cuma makan makanan yang alami, seperti daun singkong, daun pepaya dan sebagainya" Jawab si nenek yang ternyata usianya sudah menginjak 84 tahun itu.
"Tapi ada satu lagi rahasia yang bisa nakmas paraktekkan" Lanjut si nenek".
"Apa itu nek?" Tanyaku.
"Jika nakmas ingin awet awet muda, makan saja anak tikus yang baru lahir, dan masih merah-merah belum ada bulunya. Tapi yang jatuh dari sarangnya lho".
Duarrrr......!!! aku terkejut, dan semua orang yang ada di bus melihat kearah kami.
"Masa iya nek?" Balasku tak percaya. 
"Ya nakmas coba saja, itu gak apa-apa, wong belum bergerak, dan nggak berasa". Jawab si nenek. 
Ooo ternyata itu, dalam hatiku berfikir dan bertanya seakan tak percaya, Apa iya makan anak tikus bisa awet muda? Percaya nggak percaya tapi itulah sekelumit cerita yang telah dibuktikan oleh sang nenek yang sudah menempuh kehidupan 64 tahun lebih panjang dariku. Bagi pembaca, silakan dipikirkan sendiri benar apa tidaknya cerita tersebut, saya hanya berbagi pengalaman kepada pembaca sekalian.
      Lanjut ke cerita tadi...akhirnya di pemberhentian selanjutnya ada kursi kosong lagi, dan si nenek bisa duduk sekarang. Dan tak terasa, bus pun sudah memasuki daerah Klaten, sudah tak tahan rasanya ingin segera turun. Akhirnya setelah kurang lebih satu jam perjalanan, sampai juga dirumah. Selamat tinggal bus yang penuh sesak, aku sudah bebas, terimakasih kepada nenek yang sudah berbagi cerita hidup, menggelitik, dan menarik untuk diulas. 

Senyum sang nenek yang telah berusia 84 tahun.

Foto nenek yang memiliki 10 cucu dan 4 cicit.